Thursday, May 31, 2018

LITERASI DIGITAL

DEFINISI KONSEP


Selama ini literasi dipandang atau dipahami sebagai kegiatan menulis dan membaca. Namun, literasi sekarang ini bukan hanya sekedar menulis dan membaca saja. Tetapi mencakup kegiatan membaca, kemampuan memahami serta mengapresiasikannya secara kritis. Seiring berjalannya waktu mulai muncul nama yang baru, yaitu Literasi Media.

Literasi Media merupakan kemampuan seseorang untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan-pesan media secara luas dan menyeluruh kedalam berbagai bentuk media (James Potter)


(Silverblat, 1995:2-3) mengidentifikasi elemen dalam literasi media antara lain          :
- Kesadaran akan dampak media bagi masyarakat
- Pemahaman atas proses komunikasi massa
- Strategi untuk menganalisis pesan media
- Kesadaran atas konten media berupa pemahaman kepada budaya kita sendiri
- Pemahaman kesenangan, pemahaman dan apresiasi terhadap konten media.

Literasi media juga bertujuan untuk           :

- Membatasi pilihan.
- Media membuat kita percaya bahwa kita sedang menawarkan banyak pilihan,tetapi pilihan tersebut justru memiliki kisaran yang sangat terbatas.
- Memperkuat pengalaman.

- Kebiasaan untuk percaya bahwa kita akan selalu kembali kepada pesan yang lama sehingga membuat kita lebih sulit untuk mencoba hal  yang baru.

Literasi Digital ini merupakan satu bagian dari yang namanya Literasi Media. 

Literasi Digital merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk mencari , memperoleh, memahami, menggunakan dan menyebarkan suatu informasi dari berbagai sumber dengan menggunakan teknologi komputer atau media digital secara luas. 

Literasi Digital juga memberdayakan setiap individu untuk memiliki kesadaran dalam berkomunikasi dengan orang lain serta saling bekerja sama dalam meningkatkan produktivitasnya, sehingga Digital Literasi membutuhkan kemampuan yang dimiliki dalam membuat informasi yang kritis, serta dibutuhkan pemahaman yang mendalam dari isi informasi yang terkandung dalam konten digital tersebut.






SEJARAH SINGKAT LITERASI DIGITAL


Literasi Digital yang pernah digunakan pada tahun 1980-an oleh David & Shaw(2011), memiliki makna yaitu kemampuan yang digunakan untuk berkomunikasi atau berhubungan dengan informasi dalam arti membaca non-urutan berbantuan computer. 

Kemudian Gilster (2007) memperluas konsep literasi digital menjadi suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital, atau bisa juga dikatakan sebagai kemampuan untuk membaca, menulis serta berhubungan dengan informasi yang menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya. Penulis lain juga menggunakan istilah literasi digital untuk menunjukan konsep yang berkaitan dengan literasi yang relevan, berbasis kompetensi dan keterampilan dalam teknologi komunikasi, namun juga menekankan pada kemampuan evaluasi yang lebih lunak dan perangkaian pengetahuan bersama-sama mengenai sikap dan pemahaman(Bawden, 2008; Martin, 2006, 2008). 

Didalam literasi digital juga terdapat pemahaman-pemahaman mengenai web dan mesin pencari yang terdapat dalam sumber digital. Pengguna harus bisa memahami bahwa tidak semua informasi yang tersedia di web memiliki kualitas yang sama. Oleh karena itu, pengguna lama kelamaan juga dapat mengenali situs web mana yang bisa dipercaya dan situs web mana saja yang tidak bisa dipercaya kebenarannya. Serta dalam literasi digital ini pengguna bisa memilih mesin apa saja yang akan digunakan dalam mencari kebutuhan informasi tersebut.





MANFAAT PENTING LITERASI DIGITAL

Digital Literasi menurut (Brian Wright, 2013) itu penting karena :

1. Menghemat waktu, contohnya seorang siswa membutuhkan referensi dari tugas yang diberikan oleh gurunya maka ia akan mencari sumber nya dari internet. Hal tersebut memudahkan usahanya dan menghemat waktu yang ada.

2. Belajar lebih cepat, contohnya seorang siswa mencari arti dari suatu kosa kata maka ia akan mencari nya di kamus online dibandingkan dari media cetak.

3. Menghemat uang, saat ini terdapat banyak aplikasi belanja online yang memberikan lebih banyak diskon dibandingkan di tempat perbelanjaan langsung. Hal tersebut dapat mempermudah proses belanja sekaligus menghemat uang. Misal juga ketika kita hendak berpergian untuk berlibur, kita perlu mencari destinasi yang akan dituju, tentu juga kita akan mencari harga yang lebih murah namun worth it untuk dikunjungi.

4. Membuat lebih aman, di internet terdapat berbagai macam informasi yang dapat kita gunakan kapan sebagai referensi. Contohnya saat kita ingin pergi berlibur ke Negara lain, maka kita dapat membaca informasi mengenai Negara tersebut sebelum kita berpergian. Misal juga ketika kita membeli suatu barang, kita perlu membaca informasi-informasi tentang hal apa saja yang boleh atau hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam pengaplikasian barang tersebut agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Memperoleh informasi terkini, saat ini terdapat berbagai macam aplikasi yang memberikan informasi terkini dan ter update akan setiap hal, tentutnya juga kita harus lebih memperhatikan lagi akan tidak termakan akan berita bohong.

6. Selalu terhubung, saat ini banyak aplikasi online untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi tanpa menggunakan pulsa sehingga kita dapat selalu terhubung dengan orang lain.

7. Membuat keputusan yang lebih baik, Digital Literasi dapat membuat individu mampu untuk mempelajari, mencari, menganalisis, dan memandingkan informasi kapan saja dan dimana saja sehingga hal tersebut dapat mendukung individu untuk membuat keputusan yang lebih baik dan memiliki nilai tersendiri.

8. Dapat membuat kita bekerja lebih efisien, dengan adanya Digital Literasi, lebih memudahkan kita dalam pekerjaan sehari-hari kita yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komputer seperti membuat makalah dengan menggunakan Microsoft Word, pendataan keuangan atau laporan keuangan dengan Microsoft Excel.

9. Membuat lebih bahagia, di internet terdapat banyak sekali konten-konten yang bisa dicari untuk  menghibur diri, sehingga otomatis akan membuat pengguna nya merasa terhibur dan rileks.


10. Mempengaruhi dunia, tulisan-tulisan serta pemikiran yang disumbangkan lewat internet merupakan suatu manifestasi yang kedepannya bisa mempengaruhi dunia untuk kearah yang lebih baik.



DAMPAK NEGATIF BAGI PENGGUNA YANG TIDAK MEMAHAMI LITERASI DIGITAL




Dampak  negatif dari adanya literasi digital yang dirasakan suatu indivu karena belum / tidak memahami literasi digital,  antara lain :

1. Tidak mampu membedakan informasi, ketika seseorang tidak paham mengenai digital literasi maka ia akan susah dalam menentukan atau mencari informasi yang kredibel.

2. Sikap individualism. Zaman sekarang setiap individu lebih aktif dalam media sosial dibandingkan dengan berinteraksi dengan orang lain.

3. Nilai-nilai budaya mulai ditinggalkan, digital literasi merupakan salah satu bentuk globalisasi yang membuat individu mulai meninggalkan budaya yang kuno.

4. Kebebasan yang tidak terbatas, membuat setiap orang tua kesulitas untuk mengontrol anaknya.

5. Memungkinkan terjadinya plagiat, kemudahan dalam mencari informasi di internet dapat membuat individu dengan gampang meng copy hasil karya orang lain dan tidak bertanggung jawab.

6. Tindakan kriminal, akses internet yang mudah akan memungkinkan terjadinya penipuan melalui media.

7. Mudah percaya terhadap berita hoax, kurangnya pemahaman mengenai literasi digital dapat membuat suatu individu mudah percaya terhadap berita-berita yang beredar tanpa mengetahui kejelasannya.





ELEMEN PENTING LITERASI DIGITAL



Elemen penting sangat dibutuhkan dalam literasi digital karena menyangkut kemampuan apa saja yang harus dikuasai dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Terdapat 9 elemen penting dalam literasi digital, yaitu :

1. Social Networking.
Setiap individu yang memiliki smartphone tidak lepas dari berbagai macam jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll. Kita harus bisa memanfaatkan jejaring sosial sesuai fungsi dan kegunaan nya. Contohnya sebagai mahasiswa kita bisa menggunakan linkedin yang bisa menghubungkan antara peneliti di dunia. Fitur-fitur yang ditawarkan setiap jejaring sosial berbeda-beda, untuk itu kita harus mengetahui dan menguasai fungsi-fungsi dasar dalam setiap jejaring sosial yang kita punya.

2. Transliteracy.
Kemampuan untuk memanfaatkan platform yang berbeda khususnya dalam membuat konten dan membagikan nya dalam berbagai media sosial.

3. Maintaining privacy.
Kita harus memahami segala jenis cybercrime dan berusaha untuk tidak menampilkan data pribadi kita secara luas untuk menjaga privacy kita tetap aman.

4. Managing digital identity.
Bagaimana cara kita untuk mengatur dan menggunakan identitas yang tepat dalam jejaring sosial dan lainnya.

5. Creating content.
Kemampuan atau keterampilan mengnai bagaimana membuat konten dalam suatu aplikasi online seperti prezi, blog, forum, dll.

6. Organizing and sharing content.
Keterampilan atau kemampuan untuk mengataur dan berbagi konten untuk dapat dibaca oleh orang lain.

7. Reusing/repurposing content.
Kemampuan atau keterampilan untuk membuat konten mengenai suatu informasi yang kemudian dibagikan di suatu aplikasi online yang kemudian menjadi konten baru yang dapat digunakan individu lain sesuai kebutuhannya.

8. Filtering and selecting content.
Kemampuan dan keterampilan untuk menyaring dan memilih informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

9. Self broadcasting.
Kemampuan dan keterampilan untuk membagikan idea tau gagasan pribadi kepada banyak orang melalui blog




Referensi :

https://media.neliti.com/media/publications/108039-ID-literasi-media-pada-mahasiswa-prodi-ilmu.pdf

https://www.literasipublik.com/pengertian-literasi-media

https://www.muradmaulana.com/2015/12/definisi-manfaat-dan-elemen-penting-literasi-digital.html

https://gurudigital.id/jenis-pengertian-literasi-adalah/


Saturday, May 19, 2018

TEORI KOMUNIKASI MASSA


Teori Kritis Komunikasi Massa


Dalam teori ini konsep budaya menjadi peran utama dimana hal tersebut disebabkan karena media mempengaruhi bagaimana budaya  dapat tercipta, dipelajari, dibagikan, dan diterapkan sehingga dapat mempengaruhi masyarakat.

Teori ini menimbulkan kesadaran bahwa perlunya mempelajari secara konteks sosial komunikasi massa dan media massa. Hal tersebut bertujuan agar latar belakang historis, ekonomis, politik, bagi fenomena komunikasi massa dapat diperoleh.

Teori Komunikasi Massa Klasik

> Teori Peluru

Asumsi teori ini adalah :
- Media massa secara langsung, cepat, dan memiliki efek yang kuat terhadap atas audience
Komunikator dianggap lebih pintar dari audience karena audience dapat dikelabui oleh media.
- Media massa memiliki pemikiran bahwa audience dapat dibentuk melalui media.

> Uses and Gratification

Teori ini merupakan kebalikan dari teori peluru. Dalam teori ini pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut sehingga pengguna media adalah pihak aktif dalam proses komunikasi.

> Cultivation Theory

Teori ini menjelaskan bahwa televisi menjadi media bagi penontonnya untuk belajar mengenai masyarakat dan kultur didalam lingkungannya. Teori ini menjelaskan bahwa para pecandu telivisi lebih memiliki pandangan negative tentang orang tua. Para pecandu televisi tidak menyadari bahwa  televisi dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.

Agenda Setting Theory

Aspek penting dalam konsep teori penentuan agenda adalah peran komunikasi massa.
Asumsi teori ini :
- Masyarakat menyarinng dan membentuk isu
- Konsentrasi media massa hanya pada beberapa isu dalam masyarakat
- Media mempunyai kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu.





Referensi : 

http://masscommunicationclass06.blogspot.co.id/2018/04/teori-kritis-komunikasi-massa.html

TELEVISI


Pengertian Televisi
Kata televisi terdiri dari kata tele dan visi. Dalam bahasa Yunani tele memiliki arti ‘jarak’ dan dalam bahasa Latin visi berarti ‘citra atau gambar’. Sehingga televisi berarti suatu sistem penyajian gambar dan suara dari tempat yang berjarak jauh. 

Sejarah Televisi
Penemuan televisi diawali dengan penemuan dasar yaitu Hukum Gelombang Elektromagnetik oleh Joseph Henry dan Michael Farady di tahun 1831.  Selanjutnya di tahun 1876 ada penemuan Selenium Camera oleh George Carey yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Lalu ada Eugen Goldstein yang menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda. Penemuan Elestrische Teleskop oleh Paul Nipkov. 

Perkembangan Televisi di Dunia
Bermula dari ditemukannya electrische teleskop sebagai perwujudan gagasan seorang mahasiswa dari Berlin yang bernama Paul Nipkow yang menemukan sistem penyaluran sinyal gambar yang dapat mengirim gambar melalui udara dari suatu tempat ke tempat lain. Sistem ini dianggap praktis, sehingga diadakan percobaan pemancaran serta penerimaan sinyal televisi tersebut. Akhirnya Nipkov diakui sebagai ‘Bapak’ televisi. 

> 1925
Televisi sebagai pesawat transmisi dengan menggunakan metode mekanikal dari Jenkins. 
> 1928
General Electronic Company mulai menyelenggarakan acara siaran televisi secara reguler.
> 1939
Televisi sudah mulai dapat dinikmati oleh publik Amerika Serikat, yaitu ketika berlangsungnya World’s Fair di New York Amerika serikat, tetapi Perang Dunia II telah menyebabkan kegiatan dalam bidang televisi itu terhenti. 
> 1940
Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
> 1946 
Kegiatan dalam bidang televisi dimulai lagi. 
> 1956
Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya Eugene Polley, menemukan remote kontrol televisi.
> 1964
 prototipe sel tunggal display televisi plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow.
> 1968
Diperkenalkan televisi layar LCD oleh sebuah lembaga bernama RCA yang diketuai George Heilmeier.
> 1979
ilmuwan dari perusahaan kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED).
> 1980 
di America sudah ada TV kabel, contohnya AXN channel, Latin America channel atau Sony Channel, kemudian Star TV di Asia dan Al-Jazeera.
> 1981
stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
> 1995 
tokoh Amerika bernama Larry Webber juga menciptakan layar plasma.
> 2000an
Jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Mulai dari LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.
> 2008 dan seterusnya 


Sejarah dan Perkembangan Televisi di Indonesia
            Penyiaran televisi di Indonesia yang pertama dimulai dari Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dimulai pada 17 Agustus 1962. Penyiaran pertama adalah penyiaran mengenai proklamasi peringatan hari kemerdekaan Indonesia.
            Kemudian sejak 12 November 1962, TVRI mulai mengudara setiap hari. Pada 1 Maret 1963, TVRI mulai menayangkan iklan karena TVRI keputusan presiden RI nomor 215 tahun 1963 akhirnya menetapkan TVRI sebagai televisi berbadan hukum yayasan. Namun, pada tahun 1981, TVRI mengalami gangguan dimana ia tidak lagi diizinkan untuk menayangkan iklan karena alasan politis.
            TVRI kemudian dijadikan alat bagi pemerintahan dalam berbagai kegiatan dan menjadi sarana penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, misalnya sebagai alat untuk memberitahukan masyarakat tentang kegiatan sosial ataupun politik. Kemudian pada tahun 1989, muncul saingan bagi TVRI, yaitu RCTI yang mulai mengudara 24 Agustus 1989 dan merupakan televisi swasta.
            Kemudian televisi terus berkembang di Indonesia hingga pada tahun 1998-2008, terdapat sebanyak 6 stasiun televisi yang telah bersiaran di Indonesia dan kemudian pada tahun 2012 berkembang menjadi 62 stasiun televisi. 
            Menurut UU No.32 tahun 2002, dalam Effendy  (2009:19), yang diizinkan untuk memiliki jangkauan nasional hanyalah TVRI, sedangkan televisi swasta lainnya hanya boleh memiliki jangkauan siaran yang terbatas. Para stasiun televisi swasta ini juga mempunyai persaingan dalam tayangan saat prime time atau jam tayang utama dimana yang ditayangkan adalah program unggulan dari masing-masing stasiun televisi tersebut. 
            Variasi dalam tayangan televisi di Indonesia disebabkan oleh adanya persaingan dari berbagai stasiun televisi tersebut dalam hal sinetron, telenovela, dsb. 
            Kemudian SCTV membuat strategi baru untuk menaikkan rating dengan menghapus program “Seputar Indonesia” dan menggantinya dengan program “Liputan 6”, dll. 
            Pada tahun 2000an, mulai booming drama Asia Timur yang akhirnya juga memengaruhi stasiun swasta untuk menayangkan drama-drama tersebut karena sangat banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.
            Kemudian selai menayangkan drama Asia Timur, salah satu stasiun televisi swasta, Indosiar juga menayangkan berbagai sinetron yang bernuansa peselingkuhan, pembunuhan, mistis, dll. Hal ini juga kemudian memancing minat masyarakat sehingga menghasilkan persaingan antara para stasiun televisi swasta juga. 
            Lalu pada tahun 2014, mulai muncul tayangan drama India di ANTV yang juga menarik banyak perhatian masyarakat Indonesia, yaitu Mahabharata. Drama jenis ini kemudian diikuti oleh stasiun televisi swasta lainnya seperti SCTV, Trans TV, dan RCTI.


Fungsi Televisi
Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa yaitu untuk memberi informasi (to inform),  untuk menghibur (to entertain), untuk mendidik (to educate) dan untuk mempengaruhi (to persuade). Menurut Effendy dalam Sholichah fungsi komunukasi massa secara umum adalah
-         Fungsi Informasi
-         Fungsi Pendidikan
-         Fungsi Mempengaruhi


Program Televisi
Program televisi ialah bahan yang telah disusun dalam satu format sajian dengan unsur video yang ditunjang unsur audio yang secara teknis memenuhi persyaratan layak siar serta telah memenuhi standar estetik dan aristik yang berlaku.
Berbagai jenis program itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan jenisnya, yaitu:
1.       Program Informasi, berbentuk :

> Berita Keras (Hard News)
> Berita Lunak (Soft News)  
2.     
Program Hiburan

> Game show
Program permainan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 

(a) Quiz Show
 Quiz Show adalah program permainan yang melibatkan beberapa peserta dengan dipandu oleh seorang pembawa acara yang saling berinteraksi dalam bertanya dan menjawab suatu soal. 

(b)  Ketangkasan
Pada jenis program ini peserta harus lebih menunjukan kemampuan fisik atau ketangkasannya .

> Reality Show
Sesuai dengan namanya, maka program ini mencoba menyajikan suatu situasi seperti konflik, persaingan, atau hubungan berdasarkan realitas yang sebenarnya.





Referensi : 

https://masihadasesitiga.wordpress.com/televisi/

EVOLUSI SURAT KABAR DAN MAJALAH



PERIODE KOLONIAL

Di zaman kolonial, majalah berarti Gudang atau Gudang penyimpanan, sebuah tempat di mana berbagai jenis kententuan disimpan dibawah satu atap.  Ben franklin merupakan orang yang pertama kali mengumumkan rencana umtuk memulai sebuah majalah pada koloni. Sayangnya, seorang kompotitor bernama Andrew Bradford mendapat ide untuk menyingkirkan Franklin. 
            Keduanya majalah dari Franklin dan Bradford adalah usaha ambisius karena dirancang untuk pembaca di semua 13 koloni dan dengan sengaja mencoba mempengaruhi opini public, keduanya cepat terlipat karena masalah keuangan. Sebagai hubungan politik Amerika dengan Inggris memburuk, majalah, seperti surat kabar, mengambil peran politik yang signifikan. Semua majalah awal ini ditunjukan untuk audiens khusus yang berpendidikan, terpelajar, dan perkotaan, dampak keseluruhan mereka adalah untuk mendorong exspresi sastra dan seni dan untuk menyatukan kloni-kloni selama perjuangan amerika untuk merdeka dari inggris.


SETELAH REVOLUSI

          Majalah yang popular pada akhir abad ke 18 dan awal abad 19 berisi gabungan artikel politik dan topic yang ditunjukan terutama pada elit berpendidikan. Kelahiran majalah berita modern dapat ditelusuri kembali ke periode ini. Niles Weekly Register, yang melaporkan peristiwa ini, dibaca diseluruh negri.
            Politik juga tercemin dalam majalah lain pada periode tersebut. Salah satu yang paling berpengaruh adalah porto folio, disunting oleh orang – orang nonconformist, Joseph Dennie yang penuh warna. Dennie dimaksudkan penonton adalah satuh pilih; dia ingin mencapai (orang-orang yang berprestasi, orang-orang yang memiliki kebebasan, dan orang-orang yang memiliki surat). Meskipun dorongan utama majalah itu bersifat politics, dennie menyelundupkan perjalanan, ulasan teater, esai  satir, dan bahkan lelucon.


ERA PENNY-PRESS

          Sementara penny pers menilai membuka pasar baru untuk surat kabar (lihat bab 5) penerbit majalah juga memperluas daya tarik dan liputan mereka, the knickerbocker, Graham s, dan the Saturday Evening Post, semua didirikan antara tahun 1820 dan 1840, semua didirikan antara tahun 1820 dan 1840, ditulis tidak begitu banyak untuk kaum intelektual seperti pada kaum terpelajar kelas menegah.   Pada 1850 harper’s Monthly diawali sebagai majalah yang akan menyajikan materi yang sudah muncul di sumber lain (hampir mirip seperti pembaca Digest, kecuali bahwa artikel itu dicetak secara umum). 


BOOM MAJALAH

Pada 1860 ada sekitar 260 majalah yang diterbitkan di Amerika Serikat; Pada tahun 1900 ada 1.800. Terjadi sebuah lonjakan, Faktor utama adalah uang yang tersedia lebih banyak, teknik cetak yang lebih baik yang menurunkan harga, dan terutama tindakan pos tahun 1879, yang mana memberi majalah tingkatan khusus atau rating yang baik.
Majalah yang paling sukses dalam majalah mengincar pasar besar adalah ladies’ Home Journal, ditemukan oleh Cyrus Curtis di tahun 1881. Edaran pertama berisi 8 halaman, berisi ilustrasi cerita singkat, artikel mengenai pertumbuhan bunga, catatan mengenai fesyen, perawatan anak, dan resep.


DIANTARA PEPERANGAN

Peningkatan di kondisi perekonomian dan perubahan gaya hidup dalam beberapa decade mengikuti saat perang dunia pertama juga mempengaruhi perkembangan majalah. 3 tipe yang ber evolusi bertahun-tahun dari perang dunia pertama hingga kedua,yaitu: inti sari, berita dalam majalah, majalah bergambar.
Salah satu contoh terbaik dari genre majalah yang singkat atau dipadatkan adalah reader’s Digest,
Dan pada awal tahun 1923, majalah time menggunakan ide yang orisinil pada majalahnya. 
Pada pertengahan 1930 2 majalah, life dan look, menghidupkan kembali tradisi dari majalah bergambar yang diciptakan oleh Harper. 


PERIODE SETELAH PERANG

Majalah pada era setelah perang mencerminkan kepercayaan penerbit bahwa satu cara untuk menjadi untung adalang dengan mengkhususkan. Memberikan waktu luang untuk menciptakan pasar untuk majalah olahraga seperti field and Stream, Sports Afield, Gold Digest, dan Popular Boating. Perkembangan secara khusus menghasilkan kebangkitan versi yang popular pada Scientific American.
Pengkhususan pada majalah ini terus berkembang, bahkan pada tahun 1952, terbit sebuah majalah mengenai seks yang bernama playboy. Dan pada tahun 1960 kelahiran kembali dari ketertarikan mengenai budaya masyarakat, mendorong peningkatan majalah kota, yang mana salah satu contoh yang paling mencolok adalah majalah New York.


PERKEMBANGAN SURAT KABAR DI INDONESIA

Perkembangan surat kabar di Indonesia dimulai sejak kedatangan Belanda ke Indonesia dimana Belanda mencetak surat kabar yang memuat kejadian-kejadian pada era itu. Memasuki tahun 1900-an fungsi surat kabar meningakat, barulah muncullah Medan Prijaji sebagai surat kabar pertama yag dimiliki oleh orang indonesia. 
Kehadiran Medan Prijaji menjadi penggerak surat kabar lain yang dipelopori oleh tokok-tokoh perjuangan antara lain Oetoesan Hindia oleh Hadji Oemar Said Cokroaminoto (tokoh Islam), Halilintar dan Nyala oleh Samaun, Suara Rakyat Indonesia, Sinar Merdeka, dan Sinar Indonesia oleh Soekarno, dan masih banyak lagi surat kabar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tahun 1946 surat kabar di Indonesia menemukan jati dirinya. Terbentuknya organisasi Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) pada Juni 1946, menyusul terbentuknya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Febuari 1946, menjadi faktor penyebab.
Pada era reformasi merupakan era yang bebas pers karena presiden ketiga Indonesia membubarkan Dapartemen Penerangan yang selama ini membatasi pers. Kebebasan ini kemudian melahirkan raksasa-raksasa media. Disebut raksasa karena hampir semua lini media digeluti: surat kabar, majalah, televisi, radio, dan website(surat kabar digital). 
Pada era globalisasi ini dengan berkembang pesatnya iptek, surat kabar tidak lagi perlu dalam bentuk kertas, sekarang sudah dapat diakses melalui internet. Banyak surat kabar yang berkembang di media online contohnya Kompas.com, Tempo.com, dan lainnya.


PERKEMBANGAN MAJALAH DI INDONESIA

a. Awal Kemerdekaan
Pada tahun 1945 di Jakarta terbit majalah bulanan dengan nama Pantja Raja yang dipimpin oleh Markoem Djojohadisoeparto dengan prakarsa dari Ki Hadjar Dewantara.

b. Zaman Orde Lama
Pada masa ini, dikeluarkan pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan majalah di Indonesia. Pedoman itu intinya adalah surat kabar dan majalah wajib menjadi pendukung, pembela dan alat penyebar “Manifesto Politik” yang pada saat itu menjadi haluan.

c. Zaman Orde Baru
Seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang semakin baik dan pendidikan Indonesia yang semakin maju, perkembangan majalah pun semakin pesat.
Majalah yang terbit pada masa Orde Baru yaitu:

> Majalah Keluarga (Ayahbunda, Famili)
> Majalah Berita (Tempo, Gatra, Sinar, Tiras)
> Majalah Wanita (Kartini, Femina, Sarinah)
> Majalah Pria (Matra)
> Majalah Remaja Wanita (Gadis, Kawanku)
> Majalah Remaja Pria (Hai)
> Majalah Umum (Intisari, Warnasari)
> Majalah Ilmiah (Popular Prisma)
> Majalah Pertanian (Trubus)
> Majalah Humor (Humor)
> Majalah Hukum (Forum Keadilan)
> Majalah Olahraga (Sprotif, Raket)
> Majalah Berbahasa Daerah (Mangle (Sunda, Bandung), Djaka Lodang (Jawa, Yogyakarta))




d. Zaman Reformasi
Tidak diperlukan lagi Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) di zaman reformasi, membuat berbagai pihak menerbitkan majalah baru yang sesuai dengan tuntutan pasar.





Referensi :

https://duniamassa288448172.wordpress.com/

MEDIA DAN REPRESENTASI



Definisi

            Representasi media merupakan sebuah media yang digunakan sebagai sarana untuk menggambarkan kembali suatu peristiwa yang telah terjadi. Baik itu respon yang tercipta positif atau negatif, tergantung dari tiap-tiap media yang memberitakannya.

Teori Representasi

            Menurut Hall dalam bukunya yang berjudul The Work Of Representation, representasi merupakan suatu yang dilakukan oleh masyarakat guna mendapatkan makna yang diinginkan. Sistem representasi mempercayai ada 2 komponen penting yaitu pemikiran dan bahasa. Pikiran yang akan membimbing kita dalam mengetahui makna tersebut tetapi tidak cukup dengan hanya menggunakan pikiran saja melainkan dengan bahasa juga agar pencapaian makna lebih bisa dimengerti karena tidak setiap individu memiliki latar belakang suku, budaya, dan pengalaman yang sama.





Referensi : 

https://ninemass.wordpress.com/2018/05/07/media-dan-representasi/

MEDIA SOSIAL


Pengertian

Media merupakan suatu bentuk alat yang digunakan dalam menyampaikan sebuah pesan atau informasi atau juga sebagai alat perantara antara pengirim dan penerima pesan agar pesan tersebut dapat tersampaikan. Sosial merupakan suatu susunan dari hubungan-hubungan sosial yang berdasarkan pada nilai dan norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Sehingga bisa disimpulkan bahwa media sosial merupakan suatu sarana secara online yang mendukung adanya interaksi sosial dengan menggunakan teknologi berbasis web yang menyebabkan komunikasi yang terjalin antar masyarakat menjadi lebih interaktif.

Media sosial dibadi menjadi 2 jenis yang pertama adalah  sosial network  untuk sarana bersosialisasi antar sesama, misalnya bersosialisasi menggunakan instagram. Yang kedua adalah share network untuk sarana berbagi video, gambar, dll , misalnya berbagi lewat youtube.

Peran dan Fungsi Media Sosial

Media sosial merupakan bagian yang sangat penting dalam dunia pemasaranbagi banyak perusahaan dalam melakukan promosi bisnis yang lebih efektif karena mudah diakses serta bisa diakses oleh siapa saja sehingga bisa lebih mudah dalam menjangkau masyarakat.

Keuntungan dan Kerugian Media Sosial

Keuntungan yang diperoleh dari media sosial yaitu bisa lebih mudah terhubung antar negara yang satu dengan Negara yang lainnya, lebih bisa menjalin relasi  dan saling bertukar informasi karena perkembangan teknologi yang pesat, serta bisa terciptanya peluang bisnis online antar tiap individu.

Kerugian yang diperoleh dari media sosial yaitu sering lupa waktu karena lebih asyik dalam bermain media sosial, serta mulai maraknya kriminalitas seperti cyberbullying dan kasus penipuan-penipuan lainnya.





Referensi :

http://asekebi.blogspot.co.id/

KORPORASI MEDIA MASSA

KORPORASI MEDIA MASSA

Korporasi merupakan suatu perusahaan atau beberapa perusahaan yang dikelola untuk menjadi sebuah perusahaan yang lebih besar. Media massa merupakan suatu alat untuk menyampaikan pesan-pesan yang ditujukan kepada khalayak dengan menggunakan media komunikasi seperti televisi.

Dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat sekarang ini menimbulkan suatu masalah baru yaitu masalah tentang penyalahgunaan media massa yang dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik,ekonomi dan juga bisnis yang akhirnya lupa akan tujuan utama atau awal dari media yang sebagai sumber informasi dan sarana pembelajaran.


Masalah tersebut yang disebut dengan korporasi media karena cendrung menggunakan media untuk kepentingan di bidang-bidang tertentu sehingga memudarkan fungsi media sebagai alat pengontrol dan pengkritis.

Kode Etik Jurnalistik         :
- Independen
- Akurat
- Berimbang
- Tidak bertikad buruk

Daftar Korporasi Media Massa di Indonesia      :
- Jawa Pos Group milik Dahlan Iskan
- MNC Group milik Harry Tanusudibjo
- Trans Corporation milik Khairul Tanjung
- Kompas Gramedia  milik Jakoeb Oetama
- Mahaka Group milik Erick Tohir





Referensi :

http://www.komass007.ga/

 
biz.