PERIODE KOLONIAL
Di
zaman kolonial, majalah berarti Gudang atau Gudang penyimpanan, sebuah tempat
di mana berbagai jenis kententuan disimpan dibawah satu atap. Ben
franklin merupakan orang yang pertama kali mengumumkan rencana umtuk memulai
sebuah majalah pada koloni. Sayangnya, seorang kompotitor bernama Andrew
Bradford mendapat ide untuk menyingkirkan Franklin.
Keduanya
majalah dari Franklin dan Bradford adalah usaha ambisius karena dirancang untuk
pembaca di semua 13 koloni dan dengan sengaja mencoba mempengaruhi opini
public, keduanya cepat terlipat karena masalah keuangan. Sebagai hubungan
politik Amerika dengan Inggris memburuk, majalah, seperti surat kabar,
mengambil peran politik yang signifikan. Semua majalah awal ini ditunjukan untuk
audiens khusus yang berpendidikan, terpelajar, dan perkotaan, dampak
keseluruhan mereka adalah untuk mendorong exspresi sastra dan seni dan untuk
menyatukan kloni-kloni selama perjuangan amerika untuk merdeka dari inggris.
SETELAH REVOLUSI
Majalah
yang popular pada akhir abad ke 18 dan awal abad 19 berisi gabungan
artikel politik dan topic yang ditunjukan terutama pada elit berpendidikan.
Kelahiran majalah berita modern dapat ditelusuri kembali ke periode ini. Niles
Weekly Register, yang melaporkan peristiwa ini, dibaca diseluruh negri.
Politik
juga tercemin dalam majalah lain pada periode tersebut. Salah satu yang paling
berpengaruh adalah porto folio, disunting oleh orang – orang nonconformist,
Joseph Dennie yang penuh warna. Dennie dimaksudkan penonton adalah satuh pilih;
dia ingin mencapai (orang-orang yang berprestasi, orang-orang yang memiliki
kebebasan, dan orang-orang yang memiliki surat). Meskipun dorongan utama
majalah itu bersifat politics, dennie menyelundupkan perjalanan, ulasan teater,
esai satir, dan bahkan lelucon.
ERA PENNY-PRESS
Sementara
penny pers menilai membuka pasar baru untuk surat kabar (lihat bab 5) penerbit
majalah juga memperluas daya tarik dan liputan mereka, the knickerbocker,
Graham s, dan the Saturday Evening Post, semua
didirikan antara tahun 1820 dan 1840, semua didirikan antara tahun 1820 dan
1840, ditulis tidak begitu banyak untuk kaum intelektual seperti pada kaum
terpelajar kelas menegah. Pada 1850 harper’s Monthly diawali
sebagai majalah yang akan menyajikan materi yang sudah muncul di sumber lain
(hampir mirip seperti pembaca Digest, kecuali bahwa artikel itu dicetak secara
umum).
BOOM MAJALAH
Pada
1860 ada sekitar 260 majalah yang diterbitkan di Amerika Serikat; Pada tahun 1900
ada 1.800. Terjadi sebuah lonjakan, Faktor utama adalah uang yang tersedia
lebih banyak, teknik cetak yang lebih baik yang menurunkan harga, dan terutama
tindakan pos tahun 1879, yang mana memberi majalah tingkatan khusus atau rating
yang baik.
Majalah
yang paling sukses dalam majalah mengincar pasar besar adalah ladies’ Home
Journal, ditemukan oleh Cyrus Curtis di tahun 1881. Edaran pertama berisi 8
halaman, berisi ilustrasi cerita singkat, artikel mengenai pertumbuhan bunga,
catatan mengenai fesyen, perawatan anak, dan resep.
DIANTARA PEPERANGAN
Peningkatan
di kondisi perekonomian dan perubahan gaya hidup dalam beberapa decade
mengikuti saat perang dunia pertama juga mempengaruhi perkembangan majalah. 3
tipe yang ber evolusi bertahun-tahun dari perang dunia pertama hingga
kedua,yaitu: inti sari, berita dalam majalah, majalah bergambar.
Salah
satu contoh terbaik dari genre majalah yang singkat atau dipadatkan
adalah reader’s Digest,
Dan
pada awal tahun 1923, majalah time menggunakan ide yang orisinil pada
majalahnya.
Pada
pertengahan 1930 2 majalah, life dan look, menghidupkan
kembali tradisi dari majalah bergambar yang diciptakan oleh Harper.
PERIODE SETELAH PERANG
Majalah
pada era setelah perang mencerminkan kepercayaan penerbit bahwa satu cara untuk
menjadi untung adalang dengan mengkhususkan. Memberikan waktu luang untuk
menciptakan pasar untuk majalah olahraga seperti field and Stream, Sports
Afield, Gold Digest, dan Popular Boating. Perkembangan secara khusus
menghasilkan kebangkitan versi yang popular pada Scientific American.
Pengkhususan
pada majalah ini terus berkembang, bahkan pada tahun 1952, terbit sebuah
majalah mengenai seks yang bernama playboy. Dan pada tahun 1960 kelahiran
kembali dari ketertarikan mengenai budaya masyarakat, mendorong peningkatan
majalah kota, yang mana salah satu contoh yang paling mencolok adalah
majalah New York.
PERKEMBANGAN
SURAT KABAR DI INDONESIA
Perkembangan
surat kabar di Indonesia dimulai sejak kedatangan Belanda ke Indonesia dimana
Belanda mencetak surat kabar yang memuat kejadian-kejadian pada era itu.
Memasuki tahun 1900-an fungsi surat kabar meningakat, barulah muncullah Medan
Prijaji sebagai surat kabar pertama yag dimiliki oleh orang indonesia.
Kehadiran
Medan Prijaji menjadi penggerak surat kabar lain yang dipelopori oleh
tokok-tokoh perjuangan antara lain Oetoesan Hindia oleh Hadji Oemar
Said Cokroaminoto (tokoh Islam), Halilintar dan Nyala oleh Samaun, Suara Rakyat
Indonesia, Sinar Merdeka, dan Sinar Indonesia oleh Soekarno, dan masih banyak
lagi surat kabar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pada
tahun 1946 surat kabar di Indonesia menemukan jati dirinya. Terbentuknya organisasi
Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) pada Juni 1946, menyusul terbentuknya
organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Febuari 1946, menjadi faktor
penyebab.
Pada
era reformasi merupakan era yang bebas pers karena presiden ketiga Indonesia
membubarkan Dapartemen Penerangan yang selama ini membatasi pers. Kebebasan ini
kemudian melahirkan raksasa-raksasa media. Disebut raksasa karena hampir semua
lini media digeluti: surat kabar, majalah, televisi, radio, dan website(surat
kabar digital).
Pada
era globalisasi ini dengan berkembang pesatnya iptek, surat kabar tidak lagi
perlu dalam bentuk kertas, sekarang sudah dapat diakses melalui internet.
Banyak surat kabar yang berkembang di media online
contohnya Kompas.com, Tempo.com, dan lainnya.
PERKEMBANGAN
MAJALAH DI INDONESIA
a. Awal
Kemerdekaan
Pada
tahun 1945 di Jakarta terbit majalah bulanan dengan nama Pantja Raja yang
dipimpin oleh Markoem Djojohadisoeparto dengan prakarsa dari Ki Hadjar
Dewantara.
b. Zaman
Orde Lama
Pada masa ini, dikeluarkan pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan
majalah di Indonesia. Pedoman itu intinya adalah surat kabar dan majalah wajib
menjadi pendukung, pembela dan alat penyebar “Manifesto Politik” yang pada saat
itu menjadi haluan.
c. Zaman
Orde Baru
Seiring
dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang semakin baik dan pendidikan
Indonesia yang semakin maju, perkembangan majalah pun semakin pesat.
Majalah
yang terbit pada masa Orde Baru yaitu:
> Majalah
Keluarga (Ayahbunda, Famili)
> Majalah
Berita (Tempo, Gatra, Sinar, Tiras)
> Majalah
Wanita (Kartini, Femina, Sarinah)
> Majalah
Pria (Matra)
> Majalah
Remaja Wanita (Gadis, Kawanku)
> Majalah
Remaja Pria (Hai)
> Majalah
Umum (Intisari, Warnasari)
> Majalah
Ilmiah (Popular Prisma)
> Majalah
Pertanian (Trubus)
> Majalah
Humor (Humor)
> Majalah
Hukum (Forum Keadilan)
> Majalah
Olahraga (Sprotif, Raket)
d. Zaman
Reformasi
Tidak
diperlukan lagi Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) di zaman reformasi,
membuat berbagai pihak menerbitkan majalah baru yang sesuai dengan tuntutan
pasar.
Referensi :
https://duniamassa288448172.wordpress.com/


0 comments:
Post a Comment