Teori Kritis
Komunikasi Massa
Dalam teori ini
konsep budaya menjadi peran utama dimana hal tersebut disebabkan karena media
mempengaruhi bagaimana budaya dapat
tercipta, dipelajari, dibagikan, dan diterapkan sehingga dapat mempengaruhi
masyarakat.
Teori ini menimbulkan
kesadaran bahwa perlunya mempelajari secara konteks sosial komunikasi massa dan
media massa. Hal tersebut bertujuan agar latar belakang historis, ekonomis,
politik, bagi fenomena komunikasi massa dapat diperoleh.
Teori Komunikasi
Massa Klasik
> Teori Peluru
Asumsi
teori ini adalah :
- Media massa secara langsung, cepat, dan
memiliki efek yang kuat terhadap atas audience
- Komunikator dianggap lebih pintar dari
audience karena audience dapat dikelabui oleh media.
- Media massa memiliki pemikiran bahwa
audience dapat dibentuk melalui media.
> Uses and Gratification
Teori
ini merupakan kebalikan dari teori peluru. Dalam teori ini pengguna media
memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut sehingga
pengguna media adalah pihak aktif dalam proses komunikasi.
> Cultivation Theory
Teori
ini menjelaskan bahwa televisi menjadi media bagi penontonnya untuk belajar
mengenai masyarakat dan kultur didalam lingkungannya. Teori ini menjelaskan
bahwa para pecandu telivisi lebih memiliki pandangan negative tentang orang
tua. Para pecandu televisi tidak menyadari bahwa televisi dapat mempengaruhi sikap dan
perilaku mereka.
> Agenda Setting Theory
Aspek
penting dalam konsep teori penentuan agenda adalah peran komunikasi massa.
Asumsi
teori ini :
- Masyarakat menyarinng dan membentuk isu
- Konsentrasi media massa hanya pada
beberapa isu dalam masyarakat
- Media mempunyai kemampuan untuk
menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa
tertentu.
Referensi :
http://masscommunicationclass06.blogspot.co.id/2018/04/teori-kritis-komunikasi-massa.html
Referensi :
http://masscommunicationclass06.blogspot.co.id/2018/04/teori-kritis-komunikasi-massa.html

0 comments:
Post a Comment