Saturday, May 19, 2018

TELEVISI


Pengertian Televisi
Kata televisi terdiri dari kata tele dan visi. Dalam bahasa Yunani tele memiliki arti ‘jarak’ dan dalam bahasa Latin visi berarti ‘citra atau gambar’. Sehingga televisi berarti suatu sistem penyajian gambar dan suara dari tempat yang berjarak jauh. 

Sejarah Televisi
Penemuan televisi diawali dengan penemuan dasar yaitu Hukum Gelombang Elektromagnetik oleh Joseph Henry dan Michael Farady di tahun 1831.  Selanjutnya di tahun 1876 ada penemuan Selenium Camera oleh George Carey yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Lalu ada Eugen Goldstein yang menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda. Penemuan Elestrische Teleskop oleh Paul Nipkov. 

Perkembangan Televisi di Dunia
Bermula dari ditemukannya electrische teleskop sebagai perwujudan gagasan seorang mahasiswa dari Berlin yang bernama Paul Nipkow yang menemukan sistem penyaluran sinyal gambar yang dapat mengirim gambar melalui udara dari suatu tempat ke tempat lain. Sistem ini dianggap praktis, sehingga diadakan percobaan pemancaran serta penerimaan sinyal televisi tersebut. Akhirnya Nipkov diakui sebagai ‘Bapak’ televisi. 

> 1925
Televisi sebagai pesawat transmisi dengan menggunakan metode mekanikal dari Jenkins. 
> 1928
General Electronic Company mulai menyelenggarakan acara siaran televisi secara reguler.
> 1939
Televisi sudah mulai dapat dinikmati oleh publik Amerika Serikat, yaitu ketika berlangsungnya World’s Fair di New York Amerika serikat, tetapi Perang Dunia II telah menyebabkan kegiatan dalam bidang televisi itu terhenti. 
> 1940
Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
> 1946 
Kegiatan dalam bidang televisi dimulai lagi. 
> 1956
Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya Eugene Polley, menemukan remote kontrol televisi.
> 1964
 prototipe sel tunggal display televisi plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow.
> 1968
Diperkenalkan televisi layar LCD oleh sebuah lembaga bernama RCA yang diketuai George Heilmeier.
> 1979
ilmuwan dari perusahaan kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED).
> 1980 
di America sudah ada TV kabel, contohnya AXN channel, Latin America channel atau Sony Channel, kemudian Star TV di Asia dan Al-Jazeera.
> 1981
stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
> 1995 
tokoh Amerika bernama Larry Webber juga menciptakan layar plasma.
> 2000an
Jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Mulai dari LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.
> 2008 dan seterusnya 


Sejarah dan Perkembangan Televisi di Indonesia
            Penyiaran televisi di Indonesia yang pertama dimulai dari Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dimulai pada 17 Agustus 1962. Penyiaran pertama adalah penyiaran mengenai proklamasi peringatan hari kemerdekaan Indonesia.
            Kemudian sejak 12 November 1962, TVRI mulai mengudara setiap hari. Pada 1 Maret 1963, TVRI mulai menayangkan iklan karena TVRI keputusan presiden RI nomor 215 tahun 1963 akhirnya menetapkan TVRI sebagai televisi berbadan hukum yayasan. Namun, pada tahun 1981, TVRI mengalami gangguan dimana ia tidak lagi diizinkan untuk menayangkan iklan karena alasan politis.
            TVRI kemudian dijadikan alat bagi pemerintahan dalam berbagai kegiatan dan menjadi sarana penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, misalnya sebagai alat untuk memberitahukan masyarakat tentang kegiatan sosial ataupun politik. Kemudian pada tahun 1989, muncul saingan bagi TVRI, yaitu RCTI yang mulai mengudara 24 Agustus 1989 dan merupakan televisi swasta.
            Kemudian televisi terus berkembang di Indonesia hingga pada tahun 1998-2008, terdapat sebanyak 6 stasiun televisi yang telah bersiaran di Indonesia dan kemudian pada tahun 2012 berkembang menjadi 62 stasiun televisi. 
            Menurut UU No.32 tahun 2002, dalam Effendy  (2009:19), yang diizinkan untuk memiliki jangkauan nasional hanyalah TVRI, sedangkan televisi swasta lainnya hanya boleh memiliki jangkauan siaran yang terbatas. Para stasiun televisi swasta ini juga mempunyai persaingan dalam tayangan saat prime time atau jam tayang utama dimana yang ditayangkan adalah program unggulan dari masing-masing stasiun televisi tersebut. 
            Variasi dalam tayangan televisi di Indonesia disebabkan oleh adanya persaingan dari berbagai stasiun televisi tersebut dalam hal sinetron, telenovela, dsb. 
            Kemudian SCTV membuat strategi baru untuk menaikkan rating dengan menghapus program “Seputar Indonesia” dan menggantinya dengan program “Liputan 6”, dll. 
            Pada tahun 2000an, mulai booming drama Asia Timur yang akhirnya juga memengaruhi stasiun swasta untuk menayangkan drama-drama tersebut karena sangat banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.
            Kemudian selai menayangkan drama Asia Timur, salah satu stasiun televisi swasta, Indosiar juga menayangkan berbagai sinetron yang bernuansa peselingkuhan, pembunuhan, mistis, dll. Hal ini juga kemudian memancing minat masyarakat sehingga menghasilkan persaingan antara para stasiun televisi swasta juga. 
            Lalu pada tahun 2014, mulai muncul tayangan drama India di ANTV yang juga menarik banyak perhatian masyarakat Indonesia, yaitu Mahabharata. Drama jenis ini kemudian diikuti oleh stasiun televisi swasta lainnya seperti SCTV, Trans TV, dan RCTI.


Fungsi Televisi
Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa yaitu untuk memberi informasi (to inform),  untuk menghibur (to entertain), untuk mendidik (to educate) dan untuk mempengaruhi (to persuade). Menurut Effendy dalam Sholichah fungsi komunukasi massa secara umum adalah
-         Fungsi Informasi
-         Fungsi Pendidikan
-         Fungsi Mempengaruhi


Program Televisi
Program televisi ialah bahan yang telah disusun dalam satu format sajian dengan unsur video yang ditunjang unsur audio yang secara teknis memenuhi persyaratan layak siar serta telah memenuhi standar estetik dan aristik yang berlaku.
Berbagai jenis program itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan jenisnya, yaitu:
1.       Program Informasi, berbentuk :

> Berita Keras (Hard News)
> Berita Lunak (Soft News)  
2.     
Program Hiburan

> Game show
Program permainan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 

(a) Quiz Show
 Quiz Show adalah program permainan yang melibatkan beberapa peserta dengan dipandu oleh seorang pembawa acara yang saling berinteraksi dalam bertanya dan menjawab suatu soal. 

(b)  Ketangkasan
Pada jenis program ini peserta harus lebih menunjukan kemampuan fisik atau ketangkasannya .

> Reality Show
Sesuai dengan namanya, maka program ini mencoba menyajikan suatu situasi seperti konflik, persaingan, atau hubungan berdasarkan realitas yang sebenarnya.





Referensi : 

https://masihadasesitiga.wordpress.com/televisi/

RNKUAJY17

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment

 
biz.