Thursday, May 31, 2018

LITERASI DIGITAL

DEFINISI KONSEP


Selama ini literasi dipandang atau dipahami sebagai kegiatan menulis dan membaca. Namun, literasi sekarang ini bukan hanya sekedar menulis dan membaca saja. Tetapi mencakup kegiatan membaca, kemampuan memahami serta mengapresiasikannya secara kritis. Seiring berjalannya waktu mulai muncul nama yang baru, yaitu Literasi Media.

Literasi Media merupakan kemampuan seseorang untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan-pesan media secara luas dan menyeluruh kedalam berbagai bentuk media (James Potter)


(Silverblat, 1995:2-3) mengidentifikasi elemen dalam literasi media antara lain          :
- Kesadaran akan dampak media bagi masyarakat
- Pemahaman atas proses komunikasi massa
- Strategi untuk menganalisis pesan media
- Kesadaran atas konten media berupa pemahaman kepada budaya kita sendiri
- Pemahaman kesenangan, pemahaman dan apresiasi terhadap konten media.

Literasi media juga bertujuan untuk           :

- Membatasi pilihan.
- Media membuat kita percaya bahwa kita sedang menawarkan banyak pilihan,tetapi pilihan tersebut justru memiliki kisaran yang sangat terbatas.
- Memperkuat pengalaman.

- Kebiasaan untuk percaya bahwa kita akan selalu kembali kepada pesan yang lama sehingga membuat kita lebih sulit untuk mencoba hal  yang baru.

Literasi Digital ini merupakan satu bagian dari yang namanya Literasi Media. 

Literasi Digital merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk mencari , memperoleh, memahami, menggunakan dan menyebarkan suatu informasi dari berbagai sumber dengan menggunakan teknologi komputer atau media digital secara luas. 

Literasi Digital juga memberdayakan setiap individu untuk memiliki kesadaran dalam berkomunikasi dengan orang lain serta saling bekerja sama dalam meningkatkan produktivitasnya, sehingga Digital Literasi membutuhkan kemampuan yang dimiliki dalam membuat informasi yang kritis, serta dibutuhkan pemahaman yang mendalam dari isi informasi yang terkandung dalam konten digital tersebut.






SEJARAH SINGKAT LITERASI DIGITAL


Literasi Digital yang pernah digunakan pada tahun 1980-an oleh David & Shaw(2011), memiliki makna yaitu kemampuan yang digunakan untuk berkomunikasi atau berhubungan dengan informasi dalam arti membaca non-urutan berbantuan computer. 

Kemudian Gilster (2007) memperluas konsep literasi digital menjadi suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital, atau bisa juga dikatakan sebagai kemampuan untuk membaca, menulis serta berhubungan dengan informasi yang menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya. Penulis lain juga menggunakan istilah literasi digital untuk menunjukan konsep yang berkaitan dengan literasi yang relevan, berbasis kompetensi dan keterampilan dalam teknologi komunikasi, namun juga menekankan pada kemampuan evaluasi yang lebih lunak dan perangkaian pengetahuan bersama-sama mengenai sikap dan pemahaman(Bawden, 2008; Martin, 2006, 2008). 

Didalam literasi digital juga terdapat pemahaman-pemahaman mengenai web dan mesin pencari yang terdapat dalam sumber digital. Pengguna harus bisa memahami bahwa tidak semua informasi yang tersedia di web memiliki kualitas yang sama. Oleh karena itu, pengguna lama kelamaan juga dapat mengenali situs web mana yang bisa dipercaya dan situs web mana saja yang tidak bisa dipercaya kebenarannya. Serta dalam literasi digital ini pengguna bisa memilih mesin apa saja yang akan digunakan dalam mencari kebutuhan informasi tersebut.





MANFAAT PENTING LITERASI DIGITAL

Digital Literasi menurut (Brian Wright, 2013) itu penting karena :

1. Menghemat waktu, contohnya seorang siswa membutuhkan referensi dari tugas yang diberikan oleh gurunya maka ia akan mencari sumber nya dari internet. Hal tersebut memudahkan usahanya dan menghemat waktu yang ada.

2. Belajar lebih cepat, contohnya seorang siswa mencari arti dari suatu kosa kata maka ia akan mencari nya di kamus online dibandingkan dari media cetak.

3. Menghemat uang, saat ini terdapat banyak aplikasi belanja online yang memberikan lebih banyak diskon dibandingkan di tempat perbelanjaan langsung. Hal tersebut dapat mempermudah proses belanja sekaligus menghemat uang. Misal juga ketika kita hendak berpergian untuk berlibur, kita perlu mencari destinasi yang akan dituju, tentu juga kita akan mencari harga yang lebih murah namun worth it untuk dikunjungi.

4. Membuat lebih aman, di internet terdapat berbagai macam informasi yang dapat kita gunakan kapan sebagai referensi. Contohnya saat kita ingin pergi berlibur ke Negara lain, maka kita dapat membaca informasi mengenai Negara tersebut sebelum kita berpergian. Misal juga ketika kita membeli suatu barang, kita perlu membaca informasi-informasi tentang hal apa saja yang boleh atau hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam pengaplikasian barang tersebut agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Memperoleh informasi terkini, saat ini terdapat berbagai macam aplikasi yang memberikan informasi terkini dan ter update akan setiap hal, tentutnya juga kita harus lebih memperhatikan lagi akan tidak termakan akan berita bohong.

6. Selalu terhubung, saat ini banyak aplikasi online untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi tanpa menggunakan pulsa sehingga kita dapat selalu terhubung dengan orang lain.

7. Membuat keputusan yang lebih baik, Digital Literasi dapat membuat individu mampu untuk mempelajari, mencari, menganalisis, dan memandingkan informasi kapan saja dan dimana saja sehingga hal tersebut dapat mendukung individu untuk membuat keputusan yang lebih baik dan memiliki nilai tersendiri.

8. Dapat membuat kita bekerja lebih efisien, dengan adanya Digital Literasi, lebih memudahkan kita dalam pekerjaan sehari-hari kita yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komputer seperti membuat makalah dengan menggunakan Microsoft Word, pendataan keuangan atau laporan keuangan dengan Microsoft Excel.

9. Membuat lebih bahagia, di internet terdapat banyak sekali konten-konten yang bisa dicari untuk  menghibur diri, sehingga otomatis akan membuat pengguna nya merasa terhibur dan rileks.


10. Mempengaruhi dunia, tulisan-tulisan serta pemikiran yang disumbangkan lewat internet merupakan suatu manifestasi yang kedepannya bisa mempengaruhi dunia untuk kearah yang lebih baik.



DAMPAK NEGATIF BAGI PENGGUNA YANG TIDAK MEMAHAMI LITERASI DIGITAL




Dampak  negatif dari adanya literasi digital yang dirasakan suatu indivu karena belum / tidak memahami literasi digital,  antara lain :

1. Tidak mampu membedakan informasi, ketika seseorang tidak paham mengenai digital literasi maka ia akan susah dalam menentukan atau mencari informasi yang kredibel.

2. Sikap individualism. Zaman sekarang setiap individu lebih aktif dalam media sosial dibandingkan dengan berinteraksi dengan orang lain.

3. Nilai-nilai budaya mulai ditinggalkan, digital literasi merupakan salah satu bentuk globalisasi yang membuat individu mulai meninggalkan budaya yang kuno.

4. Kebebasan yang tidak terbatas, membuat setiap orang tua kesulitas untuk mengontrol anaknya.

5. Memungkinkan terjadinya plagiat, kemudahan dalam mencari informasi di internet dapat membuat individu dengan gampang meng copy hasil karya orang lain dan tidak bertanggung jawab.

6. Tindakan kriminal, akses internet yang mudah akan memungkinkan terjadinya penipuan melalui media.

7. Mudah percaya terhadap berita hoax, kurangnya pemahaman mengenai literasi digital dapat membuat suatu individu mudah percaya terhadap berita-berita yang beredar tanpa mengetahui kejelasannya.





ELEMEN PENTING LITERASI DIGITAL



Elemen penting sangat dibutuhkan dalam literasi digital karena menyangkut kemampuan apa saja yang harus dikuasai dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Terdapat 9 elemen penting dalam literasi digital, yaitu :

1. Social Networking.
Setiap individu yang memiliki smartphone tidak lepas dari berbagai macam jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll. Kita harus bisa memanfaatkan jejaring sosial sesuai fungsi dan kegunaan nya. Contohnya sebagai mahasiswa kita bisa menggunakan linkedin yang bisa menghubungkan antara peneliti di dunia. Fitur-fitur yang ditawarkan setiap jejaring sosial berbeda-beda, untuk itu kita harus mengetahui dan menguasai fungsi-fungsi dasar dalam setiap jejaring sosial yang kita punya.

2. Transliteracy.
Kemampuan untuk memanfaatkan platform yang berbeda khususnya dalam membuat konten dan membagikan nya dalam berbagai media sosial.

3. Maintaining privacy.
Kita harus memahami segala jenis cybercrime dan berusaha untuk tidak menampilkan data pribadi kita secara luas untuk menjaga privacy kita tetap aman.

4. Managing digital identity.
Bagaimana cara kita untuk mengatur dan menggunakan identitas yang tepat dalam jejaring sosial dan lainnya.

5. Creating content.
Kemampuan atau keterampilan mengnai bagaimana membuat konten dalam suatu aplikasi online seperti prezi, blog, forum, dll.

6. Organizing and sharing content.
Keterampilan atau kemampuan untuk mengataur dan berbagi konten untuk dapat dibaca oleh orang lain.

7. Reusing/repurposing content.
Kemampuan atau keterampilan untuk membuat konten mengenai suatu informasi yang kemudian dibagikan di suatu aplikasi online yang kemudian menjadi konten baru yang dapat digunakan individu lain sesuai kebutuhannya.

8. Filtering and selecting content.
Kemampuan dan keterampilan untuk menyaring dan memilih informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

9. Self broadcasting.
Kemampuan dan keterampilan untuk membagikan idea tau gagasan pribadi kepada banyak orang melalui blog




Referensi :

https://media.neliti.com/media/publications/108039-ID-literasi-media-pada-mahasiswa-prodi-ilmu.pdf

https://www.literasipublik.com/pengertian-literasi-media

https://www.muradmaulana.com/2015/12/definisi-manfaat-dan-elemen-penting-literasi-digital.html

https://gurudigital.id/jenis-pengertian-literasi-adalah/


RNKUAJY17

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment

 
biz.